Perceraian orang tua membawa dampak negatif terhadap kemampuan regulasi emosi di usia remaja. Remaja cenderung merespon perceraian orang tua dengan sikap marah, kecewa, hingga melakukan tindakan negatif untuk merugikan diri sendiri. Dalam menghadapi persoalan ini, dibutuhkan dukungan sosial yang dapat membantu remaja mengelola emosi menghadapi keadaan perceraian orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap regulasi emosi remaja dengan orang tua bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 201 responden. Subjek penelitian ini, yaitu remaja usia 10–19 tahun dengan orang tua bercerai. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis dilakukan dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.766 (p > 0.05), artinya tidak terdapat pengaruh antara dukungan sosial terhadap regulasi emosi remaja dengan orang tua bercerai. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi emosi pada remaja dengan orang tua bercerai tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh besarnya tingkat dukungan sosial dari keluarga, teman, dan significant other.
Copyrights © 2025