Abstrak. Ritual sedekah pasca kematian merupakan praktik keagamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Gowa dataran tinggi khususnya di Desa Datara dan Desa Tonrorita. Pengetahuan tentang praktik keagamaan ini diproduksi dan direproduksi melalui pewarisan pengatahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, fungsi, dan makna sedekah pasca kematian sebagai praktik keagamaan mainstream pada masyarakat Desa Datara dan Desa Tonrorita. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual sedekah pasca kematian tidak hanya dipahami sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai institusi sosial dan kultural yang memperkuat solidaritas, mereproduksi nilai siri’, serta memadukan ajaran Islam dengan adat lokal (pangngadakkang). Sedekah pasca kematian hadir dalam bentuk pemberian makanan, sumbangan uang, partisipasi doa, dan kerja kolektif yang terorganisir. Meskipun mengalami perubahan akibat modernisasi, praktik ini tetap menjadi tradisi mainstream yang memelihara kohesi sosial masyarakat dataran tinggi Gowa.Kata Kunci: Pengetahuan keagamaanl, sedekah, upacara kematian, mainstream, Gowa dataran tinggi.
Copyrights © 2025