Pendidikan kewirausahaan tradisional seringkali terfokus pada aspek teknis bisnis, sehingga mengabaikan pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif yang krusial di era modern. Artikel ini mengusulkan model Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Seni sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman teori dan kemampuan inovasi nyata. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, artikel ini menemukan bahwa integrasi seni dalam kurikulum secara signifikan mampu meningkatkan kompetensi kunci seperti berpikir kreatif, inteligensi emosional, kemampuan bercerita (storytelling), dan resiliensi. Seni mengajarkan proses iteratif, penerimaan ketidakpastian, dan nilai estetika—semua merupakan fondasi bagi seorang wirausahawan sukses. Konsep ini menawarkan kerangka kerja bagi pendidik dan lembaga untuk merancang pembelajaran yang lebih holistik, yang tidak hanya menghasilkan pebisnis yang kompeten, tetapi juga pencipta dan inovator sejati yang mampu melukis masa depan mereka sendiri.
Copyrights © 2025