Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan belajar matematika siswa kelas VI SDN 143 Pekanbaru pada materi perbandingan dan skala dengan metode kuantitatif deskriptif dan melibatkan 15 siswa melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup Likert berisi 15 pernyataan tentang pemahaman konsep, minat belajar, dan kesulitan siswa, kemudian dianalisis menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami pengertian perbandingan (93,3% SS/S) dan mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari (86,7% SS/S), tetapi 80% masih kesulitan membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta 53,3% kesulitan memahami konsep skala pada peta. Meskipun demikian, motivasi belajar tergolong tinggi dengan 100% siswa ingin belajar lebih lanjut. Penelitian ini merekomendasikan strategi pembelajaran kontekstual berbasis teknologi, seperti media Kodular dan pendekatan problem solving yang lebih konkret, untuk membantu pemahaman konsep perbandingan dan skala.
Copyrights © 2025