Abstrak. Kekerasan seksual pada anak laki-laki merupakan fenomena yang jarang terungkap secara terbuka dan sering menimbulkan dampak psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk dan dinamika strategi koping yang digunakan oleh anak laki-laki korban kekerasan seksual. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan Secondary Data Analysis terhadap lima anak laki-laki berusia 8–16 tahun yang mengalami dugaan kekerasan seksual di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek menggunakan strategi coping yaitu (emotion-focused coping) dengan pola dominan berupa penghindaran (avoidance coping), bergantung (dependentl coping), dan penarikan diri sosial (withdrawal coping). Faktor yang memengaruhi pola koping antara lain tingkat intelektual yang rendah, usia perkembangan, dan dukungan keluarga. Strategi koping berbasis penghindaran berfungsi sebagai mekanisme perlindungan diri jangka pendek, namun berpotensi maladaptif dalam jangka panjang karena menekan proses pemrosesan trauma. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap gambaran strategi koping pada anak laki-laki dengan disabilitas intelektual yang menjadi korban kekerasan seksual.Kata Kunci: coping; secondary data analysis; kekerasan seksual anak; trauma; anak laki-laki
Copyrights © 2025