Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pendidikan Islam di sekolah dengan fokus pada peran kepala madrasah dan guru di MAS Al-Wasliyah 22 Tembung. Dalam proses pembangunan pendidikan Islam, kepala madrasah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin, pengarah kebijakan, serta penanggung jawab dalam peningkatan mutu sekolah. Sedangkan guru berperan sebagai pelaksana pembelajaran dan pendidik yang berinteraksi langsung dengan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah diimplementasikan melalui penguatan kurikulum berbasis keagamaan, pembiasaan akhlak Islami, serta kegiatan keagamaan rutin seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan program pesantren kilat. Kepala madrasah berperan aktif dalam pengawasan, pengembangan program pendidikan, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan supervisi berkala. Sementara itu, guru berperan dalam menyampaikan materi ajar, membimbing peserta didik dalam pembentukan karakter Islami, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang religius dan kondusif. Dengan demikian, implementasi kebijakan pendidikan Islam di MAS Al-Wasliyah 22 Tembung dapat dikatakan berjalan efektif melalui sinergi kepemimpinan kepala madrasah dan profesionalitas guru.
Copyrights © 2025