Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kinerja aset dua RPH-ruminansia milik pemerintah di wilayah Tasikmalaya. Teori Building Asset Performance Network yang dikombinasikan dengan SNI Nomor 01-6159- 1999 mengenai rumah pemotongan hewan digunakan sebagai tolak ukur untuk menyesuaikan antara fasilitas yang ada dengan kondisi standar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumen. Pengukuran kinerja aset RPH didasarkan pada aspek appropriateness, statutory compliance risk, effective use, environmental impact, dan social significance. Hasil penelitian pada RPH A dan RPH B masih menemukan ketidaksesuaian fasilitas-fasilitas yang ada dengan teori. RPH A belum bisa memenuhi kesesuaian aset dari segi appropriateness dan effective use sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja RPH A masih dalam kategori baik. Adapun pada RPH B, ketidaksesuaian ditemukan pada aspek appropriateness, statutory compliance risk, effective use, environmental impact, dan social significance sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja RPH B dalam kategori tidak baik.
Copyrights © 2025