Proses pengelasan banyak digunakan dalam industri manufaktur untuk menyambung baja karbon rendah seperti ST37, sehingga kontrol terhadap pendinginan menjadi penting untuk menentukan kualitas sambungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pendinginan (air, udara, oli) dan waktu jeda (0, 30, 60 detik) terhadap kekuatan tarik sambungan las ST37 hasil SMAW. Sembilan spesimen diuji untuk memperoleh nilai gaya dan tegangan tarik maksimum, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil menunjukkan bahwa media dan waktu jeda pendinginan berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik; pendinginan air tanpa jeda memberikan nilai tertinggi, sedangkan oli dengan jeda menghasilkan nilai terendah. Temuan ini menegaskan bahwa pendinginan cepat mampu menghasilkan struktur mikro yang lebih halus dan kuat. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menentukan prosedur pendinginan optimal guna meningkatkan kualitas sambungan las pada industri manufaktur dan perawatan komponen.
Copyrights © 2026