Manajemen logistik di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Masyarakat Bandung Barat masih dilakukan secara manual, menyebabkan keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidaktepatan data yang berdampak pada efektivitas pelayanan. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusulkan penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi pengelolaan bahan laboratorium. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis kebutuhan, merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem informasi logistik digital yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan sistem informasi logistik berbasis digital berhasil dikembangkan dan diimplementasikan dengan baik, mencakup modul perencanaan, pengadaan, penerimaan, dan distribusi. Sistem ini meningkatkan kecepatan pencatatan hingga 50 persen serta menurunkan kesalahan administrasi sebesar 35 persen. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi sistem logistik meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan logistik laboratorium
Copyrights © 2025