Penelitian ini mengkaji bentuk dan penyajian seni pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul, kelompok Sinar Pusaka Warna, yang berkembang di Kabupaten Karawang. Sebagai salah satu seni tradisi lokal, Topeng Banjet memiliki fungsi tidak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya, kritik sosial, serta identitas kultural masyarakat Karawang. Fokus penelitian ini diarahkan pada aspek bentuk pertunjukan, yang meliputi struktur dramatik, pola penyajian lakon, penggunaan musik pengiring, gerak tari, dan peran tokoh; serta aspek penyajian yang mencerminkan gaya khas Abah Pendul dalam menjaga keotentikan tradisi sekaligus menyesuaikan dengan konteks penonton masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan etnografi seni. Data diperoleh melalui observasi langsung pertunjukan, wawancara mendalam dengan seniman dan penonton, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menekankan pada interaksi antara elemen estetika dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Topeng Banjet Abah Pendul menampilkan struktur naratif yang sederhana namun kaya makna simbolis. Penyajiannya mengedepankan improvisasi dialog, humor lokal, dan kritik sosial yang aktual, sehingga tetap relevan bagi masyarakat Karawang. Estetika pertunjukan dibangun melalui perpaduan musik tradisi, karakterisasi tokoh, dan dinamika interaksi dengan penonton. Temuan ini menegaskan bahwa Topeng Banjet tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai representasi ekologi budaya lokal yang terus hidup melalui kepemimpinan artistik kelompok Sinar Pusaka Warna Abah Pendul.
Copyrights © 2025