Latar Belakang: Kesehatan mental remaja penting dijaga karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Kondisi psikologis yang sehat mendukung perkembangan akademik dan sosial. Survey di Indoensia mengatakan satu dari tiga remaja mengalami gangguan kesehatan mental ringan hingga sedang. Self affirmation, yang terbukti meningkatkan kesejahteraan mental dan menurunkan stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Self Card Affirmation (SCA) terhadap stres dan kesehatan mental remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan research and development (R&D) dan one group pre-test post-test. Sampel sebanyak 171 siswa SMA kelas XII diambil melalui total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Perceived Stress Scale (PSS) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Pre-test menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori stres ringan (69%), sementara 31% lainnya mengalami stres sedang hingga sangat berat. Skor Total Difficulties SDQ rata-rata 19,90 ± 4,13 dengan lebih dari separuh responden berada pada kategori abnormal, terutama hiperaktivitas dan masalah relasi sebaya. Setelah intervensi, proporsi stres ringan meningkat menjadi 83,6%, sedangkan stres berat dan sangat berat menurun signifikan (p < 0,05). Skor Total Difficulties juga turun menjadi 9,84 ± 6,46 (p < 0,001), dengan perbaikan pada seluruh subskala dan peningkatan perilaku prososial.Kesimpulan: Intervensi SCA efektif menurunkan tingkat stres dan memperbaiki kesehatan mental remaja secara menyeluruh.
Copyrights © 2025