Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam debat politik karena memengaruhi cara kandidat membangun citra dan menyampaikan kritik di ruang publik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna pada debat publik Pilkada 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa transkripsi tuturan dari video debat resmi. Analisis dilakukan berdasarkan teori kesantunan Brown dan Levinson yang mencakup strategi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record. Hasil penelitian menunjukkan adanya 15 strategi kesantunan yang digunakan oleh kedua pasangan calon. Strategi yang paling dominan adalah bald on record, terutama ketika kandidat menyampaikan kritik atau menanggapi pernyataan lawan secara langsung dan tegas. Strategi positive politeness dan negative politeness digunakan untuk membangun kedekatan dengan audiens serta menjaga keharmonisan interaksi meskipun konteks debat bersifat kompetitif. Sementara itu, strategi off record muncul secara terbatas dalam bentuk ungkapan figuratif untuk menyampaikan kritik secara implisit. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan dalam debat politik berfungsi tidak hanya untuk menjaga hubungan interpersonal, tetapi juga sebagai alat retorika untuk membentuk citra dan mempengaruhi persepsi pemilih.
Copyrights © 2025