Dinamika lingkungan bisnis global yang semakin dipengaruhi oleh percepatan digitalisasi, disrupsi teknologi, dan kompetisi berbasis inovasi menuntut perusahaan untuk memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Dalam konteks ini, Teori Kapabilitas Dinamis (Dynamic Capabilities Theory) memberikan landasan teoretis yang komprehensif untuk menjelaskan bagaimana organisasi mampu mendeteksi peluang dan ancaman, memobilisasi sumber daya strategis, serta mengonfigurasi ulang struktur dan proses internal guna mempertahankan keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, evolusi teoretis, serta implikasi praktis kapabilitas dinamis dalam meningkatkan kinerja organisasi, dengan fokus khusus pada perusahaan teknologi di Indonesia yang beroperasi di tengah perubahan pasar yang cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur mendalam terhadap artikel ilmiah, publikasi akademik, dan studi empiris terbaru yang relevan dengan pengembangan kapabilitas dinamis dalam era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiga dimensi utama dalam kapabilitas dinamis sensing, seizing, dan transforming memiliki peran krusial dalam memperkuat kemampuan perusahaan teknologi untuk berinovasi, merespons disrupsi pasar, serta meningkatkan kinerja operasional dan keuangan. Selain itu, perusahaan yang mampu membangun dan mengimplementasikan kapabilitas dinamis secara konsisten dapat menciptakan ketahanan organisasi, kelincahan strategis, serta daya saing jangka panjang di tengah perubahan teknologi yang semakin pesat. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi penguatan literatur manajemen strategis sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi manajemen dalam merancang strategi adaptif di era digital.
Copyrights © 2026