Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model peningkatan prestasi pegawai melalui peran tingkat pendidikan dan motivasi kerja sebagai dua faktor utama yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi. Prestasi pegawai merupakan indikator penting dalam menentukan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Namun, variasi prestasi antarpegawai sering kali dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat motivasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan pegawai dari berbagai unit kerja dalam organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh parsial dan simultan kedua variabel independen terhadap prestasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap prestasi pegawai melalui peningkatan kapasitas kognitif dan kompetensi teknis. Motivasi kerja juga ditemukan berpengaruh signifikan sebagai pendorong internal yang meningkatkan komitmen, ketekunan, dan produktivitas individu. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan pegawai tidak dapat hanya bertumpu pada peningkatan kualifikasi pendidikan, tetapi juga harus disertai dengan strategi peningkatan motivasi yang sistematis. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kinerja.Kata kunci: tingkat pendidikan, motivasi kerja, prestasi pegawai, model kinerja, sumber daya manusia.
Copyrights © 2025