Kegiatan penambangan terbuka di Pit “Athran”, Kalimantan Timur, menghasilkan material buangan dalam jumlah besar sehingga memerlukan desain out pit dump (OPD) yang stabil dan aman. Variasi litologi Formasi Warukin dan Formasi Dahor yang terdiri dari batupasir, batulempung, batubara, serta material lepas memengaruhi perilaku geoteknik dan potensi ketidakstabilan lereng. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng OPD S2 menggunakan metode Janbu sebagai pendekatan utama karena sesuai untuk material non-kohesif dan heterogen. Beberapa skenario desain diuji melalui pemodelan numerik dengan mempertimbangkan kondisi air tanah, beban lalu lintas alat berat, serta variasi elevasi dan jenis material timbunan. Hasil analisis menunjukkan variasi nilai faktor keamanan (FK), mulai dari kondisi kritis (FK 1,161), nearly stable (FK 1,220), hingga sangat stabil (FK 1,48). Desain paling aman dicapai pada konfigurasi 3 bench dengan ketinggian maksimal 30 m, penggunaan material lebih kompak pada toe, serta penghindaran water ponding. Rekomendasi ini menjadi acuan teknis untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasi penimbunan di OPD S2 Pit “Athran”.
Copyrights © 2025