Pendidikan integratif merupakan gagasan visioner KH. Ahmad Dahlan yang menekankan pentingnya penyatuan antara ilmu agama dan pengetahuan umum dalam satu sistem kurikulum terpadu. Namun dalam praktiknya, integrasi tersebut belum sepenuhnya terealisasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kurikulum integratif di sekolah Muhammadiyah, dengan menelusuri kesenjangan antara dokumen perencanaan pembelajaran (RPP) dan praktik pedagogis di ruang kelas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui telaah dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur dengan guru dan kepala sekolah di beberapa sekolah Muhammadiyah di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun unsur integrasi agama dan sains telah dicantumkan dalam dokumen RPP, implementasinya belum tampak dalam proses pembelajaran. Guru cenderung menjalankan pendekatan sektoral, sehingga nilai-nilai keislaman tidak terintegrasi secara epistemologis dalam pelajaran sains maupun sebaliknya. Selain itu, belum ada upaya strategis untuk membangun branding sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam berkemajuan yang mengusung integrasi keilmuan sebagai identitasnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pedagogi integratif melalui kolaborasi dan diseminasi Praktik Baik melalui komunitas belajar, redesain kurikulum aplikatif, evaluasi dan monitoring berkelanjutan serta reformasi manajemen sekolah berbasis nilai sebagai strategi transformasi pendidikan Muhammadiyah ke depan.
Copyrights © 2025