Angka kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan signifikan mencapai 47.300 kasus hingga April 2025 atau meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor konstruksi menjadi penyumbang tertinggi kasus kecelakaan kerja, termasuk pada proyek pembangunan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar yang memiliki risiko tinggi akibat penggunaan alat berat dan mesin canggih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap frekuensi kecelakaan kerja dan mengidentifikasi optimalisasi manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) pada proyek pembangunan PTUN Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap pekerja konstruksi untuk mengukur frekuensi kecelakaan kerja, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen proyek, pekerja, dan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk mengeksplorasi implementasi SMK3, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan optimalisasi manfaat JKK
Copyrights © 2025