Low accounting literacy among high school students presents a challenge in facing modern economic demands. One key topic often poorly understood is current liabilities, a concept essential to both everyday life and business practices aspect. To address this issue, the PKM team of Tarumanagara University conducted an accounting training program focused on current liabilities at Yayasan Mahkota Kasih Insani, East Jakarta. The objective was to enhance student’s understanding of basic financial transaction recording of current liabilities. The training employed participatory education and experiential learning approaches, involving students through interactive lectures, discussions, case-based simulations, and practical exercises. There’s an improvement in participant’s understanding of the material as proven by the results of the pre-test and post-test. Program evaluations also revealed positive feedback in terms of material delivery, content completeness, and instructor competence. Therefore, this PKM activity is considered effective in improving students’ financial literacy and can serve as a relevant and applicable training model. Rendahnya literasi akuntansi pada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tantangan dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Salah satu topik fundamental yang kurang dipahami adalah kewajiban lancar, faktanya konsep ini penting baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik bisnis. Menanggapi permasalahan tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan akuntansi dengan fokus pada kewajiban lancar di Yayasan Mahkota Kasih Insani, Jakarta Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap pencatatan transaksi keuangan dasar kewajiban lancar. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory education dan experiential learning, yang melibatkan siswa secara aktif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi studi kasus, serta latihan soal. Terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan respons positif, baik terhadap penyampaian materi, kelengkapan isi, maupun kompetensi instruktur. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi keuangan siswa dan dapat dijadikan model pelatihan yang aplikatif dan relevan.
Copyrights © 2025