Perubahan desain dalam proyek konstruksi merupakan salah satu penyebab utama terganggunya efisiensi pelaksanaan proyek, khususnya dari aspek biaya dan waktu. Perubahan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti revisi kebutuhan pengguna, kendala teknis di lapangan, atau kebijakan pemilik proyek yang berubah selama proses pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan desain terhadap pengendalian biaya dan waktu pelaksanaan proyek pembangunan Gudang Lawele, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Earned Value Management (EVM), yaitu suatu pendekatan kuantitatif yang menggabungkan evaluasi terhadap kinerja biaya dan waktu secara terintegrasi. EVM menggunakan beberapa indikator utama, antara lain Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Cost Variance (CV), dan Schedule Variance (SV). Data yang dianalisis berasal dari laporan mingguan pelaksanaan proyek selama enam minggu. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa waktu kinerja proyek mengalami keterlambatan dari minggu ke-2 hingga minggu ke-6, ditunjukkan dengan nilai SPI < 1. Hanya pada minggu pertama proyek sempat mengalami percepatan (SPI > 1). Sementara itu, dari segi biaya, proyek menunjukkan efisiensi karena nilai CPI selalu > 1 dan CV bernilai positif. Estimasi penyelesaian proyek menjadi 57 hari, lebih lama 1 hari dari rencana awal 56 hari. Estimasi biaya akhir proyek adalah sebesar Rp 730.429.965, lebih rendah dari anggaran awal sebesar Rp 803.415.000. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode EVM mampu memberikan gambaran kinerja proyek secara objektif dan menjadi alat pengambilan keputusan yang efektif dalam menangani dinamika proyek akibat perubahan desain. Kata Kunci: Earned Value Management , perubahan desain, biaya proyek, waktu proyek, pengendalian proyek
Copyrights © 2025