Variation order atau pekerjaan tambah dan kurang merupakan peristiwa yang kerap ditemukan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, yang berpotensi memengaruhi efisiensi biaya dan kelancaran pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab variation order serta mengevaluasi dampaknya terhadap nilai kontrak proyek. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang terlibat dalam proyek Renovasi Rumah Tinggal Srengat–Blitar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel desain, spesifikasi pekerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta ruang lingkup pekerjaan secara simultan memiliki pengaruh positif terhadap terjadinya variation order dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 45,1%. Faktor yang paling berpengaruh di antaranya adalah desain yang tidak diperbarui (X1.3), kurangnya investigasi pekerjaan (X2.1), pertimbangan keamanan di lapangan (X3.2), dan pengurangan lingkup pekerjaan (X4.3). Selain itu, variation order juga terbukti mengakibatkan peningkatan nilai kontrak proyek hingga 25,91% dari nilai awal kontrak.
Copyrights © 2025