Pelapisan ulang (overlay) merupakan salah satu metode rehabilitasi perkerasan jalan yang umum digunakan untuk memperpanjang umur layanan dan meningkatkan kinerja struktural jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ketebalan overlay perkerasan aspal menggunakan dua metode, yakni Metode Bina Marga 1987 dan Metode Bina Marga 2024. Studi dilakukan pada ruas Jalan Tutur–Sumber Pitu, Kabupaten Pasuruan, dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif berdasarkan data sekunder seperti CBR, LHR, dan hasil pengujian lendutan permukaan. Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan ketebalan overlay antara kedua metode. Metode Bina Marga 1987 menggunakan pendekatan semi-empiris dengan parameter lalu lintas dan daya dukung tanah, sementara Metode Bina Marga 2024 menerapkan pendekatan mekanistik-empiris yang mempertimbangkan lendutan dan kumulatif beban sumbu standar (CESAL). Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam menentukan metode overlay yang efisien dan sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan.
Copyrights © 2025