Dalam manajemen proyek konstruksi, dua elemen penting yang saling mempengaruhi adalah biaya dan waktu. Keterlambatan dalam penyelesaian proyek dan kenaikan biaya merupakan isu umum yang sering dijumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengendalikan biaya dan waktu pada proyek pembangunan Arjuno Agro Technopark menggunakan metode Earned Value Management (EVM). EVM adalah metode terpadu yang menggabungkan pengukuran ruang lingkup, biaya, dan waktu untuk menilai kinerja proyek secara objektif. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyimpangan biaya dan waktu dari rencana awal serta menentukan status kinerja proyek pada periode tertentu. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data terkait rencana anggaran biaya (RAB), jadwal proyek, dan laporan progres aktual dari proyek Arjuno Agro Technopark.Data dianalisis menggunakan indikator-indikator EVM seperti BCWP, BCWS, ACWP, SV, CV, SPI, CPI, ETC, EAC, EAS, dan ETS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa proyek mengalami keterlambatan dalam jadwal, yang terlihat dari nilai (SPI < 1) dari minggu ke-7 hingga minggu ke-21. Meskipun begitu, proyek berhasil diselesaikan pada minggu ke-22, yang awalnya ditargetkan selesai pada minggu ke-21. Namun bahwa biaya penyelesaian proyek cenderung lebih efisien bila dibandingkan dengan nilai kontrak yang awal (CPI > 1).
Copyrights © 2025