Background: Pneumonia merupakan penyebab kematian ketiga setelah jantung dan tuberkulosis. Salah satu gejala utama pneumonia adalah dyspnea/ sesak akibat ketidakefektifan pola napas. Edukasi intervensi mandiri seperti cyclic sighing breathing diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menangani keluhan sesak napas. Metode: Kegiatan ini menggunakan desain preāpost test dengan pendekatan edukatif melalui media video dan stiker. Penilaian dilakukan terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah promosi menggunakan kuesioner terstandar. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat dari 77,27% (kategori kurang) menjadi 90,90% (kategori baik), sedangkan kader kesehatan meningkat dari 62,5% menjadi 75%. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi cyclic sighing breathing efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengatasi keluhan sesak, serta berpotensi diterapkan sebagai intervensi mandiri di masyarakat.
Copyrights © 2025