Background: Masa nifas merupakan periode krusial dalam menentukan keselamatan ibu pasca persalinan, namun masih banyak ibu yang belum mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal. Di Dusun Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, cakupan kunjungan nifas masih rendah, yaitu hanya 45% ibu nifas yang terpantau minimal dua kali, sementara 60% kader posyandu belum memiliki keterampilan deteksi dini tanda bahaya. Permasalahan rendahnya kunjungan nifas dan minimnya kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini komplikasi menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan skrining komplikasi masa nifas dan memperkuat sistem pemantauan berbasis komunitas. Metode: Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader, pendampingan lapangan, dan kunjungan rumah. Kader dilatih menggunakan lembar skrining nifas serta media edukasi, kemudian didampingi dalam praktik pemantauan langsung kepada ibu nifas. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 kader berhasil dilatih. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yakni rata-rata skor pretest adalah 53,13 meningkat menjadi 81,25 pada hasil postest. Selain itu, cakupan pemantauan ibu nifas meningkat dari 45% menjadi 82% untuk mendapatkan kunjungan dan pemantauan minimal dua kali selama masa nifas. Kesimpulan: program SEHATI NIFAS terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan memperluas cakupan pemantauan ibu nifas. Intervensi ini berkontribusi pada upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan keselamatan ibu, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pencapaian target kesehatan ibu di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025