Background: Kelompok Usaha Kase Teuplah di Desa Pusong Baru, Lhokseumawe, merupakan produsen ikan asin tradisional yang menghadapi kendala dalam kualitas produksi, penyimpanan, dan pemasaran. Metode: Pendampingan partisipatif berbasis R&D, pelatihan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), pemasaran digital, dan implementasi teknologi IoT untuk memantau kualitas penyimpanan ikan asin secara real-time. Hasil: Penerapan SNI dan sistem IoT berhasil menekan tingkat kerusakan produk. Penjualan meningkat melalui perluasan saluran ke platform e-commerce seperti TikTokShop. Jumlah tenaga kerja bertambah dari 10 menjadi 17 orang. Kesimpulan: Sinergi antara penerapan SNI, adopsi IoT, dan penguatan pemasaran digital terbukti meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta daya saing usaha lokal, sekaligus mendorong terwujudnya konsep smart village yang berkelanjutan di wilayah pesisir.
Copyrights © 2025