Industri cerutu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara dengan nilai jual yang tinggi di pasar domestik maupun internasional. Namun, di balik kemewahan nilai tersebut, terdapat kontras yang mencolok dengan realita kehidupan para buruh cerutu, khususnya perempuan. Di Temanggung, mereka bekerja dalam rutinitas pabrik yang menuntut ketelitian dan ketahanan, sambil menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga. Realita tersebut diangkat dalam video feature berjudul "Perempuan di Balik Asap Cerutu", yang menyoroti keseharian dan perjuangan mereka secara mendalam. Maka dari itu, gaya penulisan human interest digunakan sebagai pendekatan naratif, karena mampu menghadirkan cerita secara emosional dan personal, serta menggugah empati audiens terhadap subjek yang diangkat. Melalui pendekatan ini, pesan sosial yang disampaikan terasa lebih hidup dan dekat, memungkinkan audiens memahami kompleksitas peran dan beban yang diemban para buruh perempuan secara lebih menyeluruh. Kata kunci: video feature, buruh cerutu, industri cerutu, human interest, penulisan naskah, gaya penulisan
Copyrights © 2025