Abstrak Dismenorea primer merupakan salah satu masalah ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dan berdampak pada kenyamanan fisik, psikososial, serta aktivitas belajar. Status gizi diduga berperan dalam menentukan tingkat keparahan dismenorea melalui mekanisme hormonal dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dan kejadian dismenorea pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 responden dipilih secara simple random sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan data dismenorea dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan α = 0.05. Sebagian besar responden berada pada kategori berat badan 40–45 kg (59,6%) dan tinggi badan >150 cm (67,3%). Status gizi didominasi kategori kurus (44,2%). Mayoritas responden mengalami dismenorea (63,5%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian dismenorea (p = 0.001), di mana remaja dengan status gizi kurus lebih banyak mengalami dismenorea (52,0%) dibandingkan remaja dengan status gizi normal. Status gizi berhubungan secara signifikan dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Perbaikan pola makan dan intervensi gizi perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan dini dismenorea dan untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Dismenore Primer, Status Gizi, Nyeri Menstruasi, Kesehatan Reproduksi
Copyrights © 2022