Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Value of Patriotism in The Lone Survivor Film Wulan, Tri; Purwanto, Andri
JEdu: Journal of English Education Vol 3, No 3 (2023): JEdu: Journal of English Education
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jedu.v3i3.8568

Abstract

The aim of this research is to identify and analyze the value of patriotism displayed in the film Lone Survivor. The theory used in analyzing the value of patriotism is Rashid's theory and divides the value of patriotism into 7 values, namely loyalty, courage, self-sacrifice, love, never giving up, caring and optimism. The research method used is descriptive qualitative. As for research techniques using librarian techniques that focus on books and journals as supporting theory in this study. The results of the analysis show that there is a loyalty value of 1 data with a percentage of 3.3%, a value of courage totaling 5 data with a percentage of 16.7%, the value of willingness to sacrifice is 2 data with a percentage of 6.6%, the value of love is 3 data with a percentage of 10%, the value of caring is 6 data with a percentage of 20%, the value of never giving up is 7 data with a percentage of 23.4% and the optimistic value is 6 data with a percentage of 20%. Thus it can be concluded that the most dominant value is the value of never giving up.
The Relationship of Nutritional Status with The Incidence of Dysmenorrhea in Adolescent Women Lestari, Restu Duwi; Wulan, Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dismenorea primer merupakan salah satu masalah ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dan berdampak pada kenyamanan fisik, psikososial, serta aktivitas belajar. Status gizi diduga berperan dalam menentukan tingkat keparahan dismenorea melalui mekanisme hormonal dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dan kejadian dismenorea pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 responden dipilih secara simple random sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan data dismenorea dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan α = 0.05. Sebagian besar responden berada pada kategori berat badan 40–45 kg (59,6%) dan tinggi badan >150 cm (67,3%). Status gizi didominasi kategori kurus (44,2%). Mayoritas responden mengalami dismenorea (63,5%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian dismenorea (p = 0.001), di mana remaja dengan status gizi kurus lebih banyak mengalami dismenorea (52,0%) dibandingkan remaja dengan status gizi normal. Status gizi berhubungan secara signifikan dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Perbaikan pola makan dan intervensi gizi perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan dini dismenorea dan untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Dismenore Primer, Status Gizi, Nyeri Menstruasi, Kesehatan Reproduksi
Pregnant Women's Behavior for Preventing Anemia In Pregnancy Sari, Indra Kristia; Wulan, Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering dijumpai, terutama di negara berkembang. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, pendidikan, pekerjaan, serta perilaku ibu hamil dalam mencegah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia di Desa Ngembel, Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 33 responden ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia reproduksi (75,8%), tidak bekerja (63,6%), dan berpendidikan SLTP (45,5%). Sebanyak 69,7% ibu hamil memiliki perilaku positif dalam pencegahan anemia, seperti rutin mengonsumsi tablet Fe, menjaga pola makan bergizi, dan melakukan kunjungan ANC secara teratur. Namun, 30,3% responden masih menunjukkan perilaku negatif, yang mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi dan motivasi. Temuan ini menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan intensif kepada ibu hamil untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pencegahan anemia. Upaya penguatan program distribusi tablet Fe serta peningkatan akses terhadap layanan ANC perlu terus ditingkatkan agar kejadian anemia pada ibu hamil dapat ditekan secara optimal. Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Perilaku Pencegahan
Representative Knowledge About Menarche In Primary School Students In Classes 5 And 6 Wulan, Tri; Lestari, Restu Duwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menarche merupakan tanda penting dalam perkembangan reproduksi perempuan dan dapat menimbulkan berbagai gejala fisik maupun emosional yang memengaruhi kesiapan remaja menghadapi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang menarche pada siswi kelas 5 dan 6 di SDN 1 Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling, melibatkan 34 siswi yang belum menarche atau dapat memberikan informasi terkait menarche. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan tentang proses fisiologis, gejala, dan kebersihan selama menstruasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 11 tahun (50%) dan berada di kelas 5 (55,8%). Sebanyak 19 siswi (55,8%) memiliki pengetahuan baik tentang menarche, 11 siswi (32,3%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 siswi (11,7%) memiliki pengetahuan kurang. Pengetahuan yang memadai membantu siswi mempersiapkan diri menghadapi menstruasi dan mengurangi kecemasan. Namun, sebagian responden masih memerlukan edukasi tambahan mengenai kesehatan reproduksi. Disarankan agar tenaga kesehatan dan sekolah mengadakan penyuluhan dan kegiatan ekstrakurikuler terkait menarche untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswi. Kata Kunci : Menarche, Pengetahuan, Siswi SD, Kesehatan Reproduksi