Budaya sekuler dan lingkungan kerja intensif di Jepang sering menimbulkan kejenuhan dan kesenjangan spiritual pada pemagang Muslim Indonesia. Hal ini diperparah oleh minimnya sarana ibadah dan legalitas hiburan yang mengarah pada kemaksiatan. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis implementasi program dan peran majelis al-Multazam serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk spiritualitas pemagang di Koga, Jepang. Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa implementasi program dan peran majelis ini tidak hanya meningkatkan wawasan keislaman dan ibadah, tetapi juga membentuk akhlak (kemampuan menjauhi maksiat) dan kepekaan sosial. Faktor pendukung utama adalah dukungan sesepuh dan sarana memadai, sedangkan penghambatnya adalah jarak tempuh dan transportasi yang kurang mendukung. Sumbangsih utama majelis ini adalah menyediakan ruang dan nilai spiritual yang berdampak pada daya tahan spiritual dan identitas komunal Muslim pemagang di tengah tantangan lingkungan Jepang.
Copyrights © 2025