Kemampuan pelafalan merupakan komponen penting dalam keterampilan berbicara, namun siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani masih mengalami kesulitan dalam pengucapan bunyi segmental, penekanan kata, dan intonasi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pelafalan siswa dengan menerapkan teknik shadowing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang diimplementasikan melalui tiga siklus dengan melibatkan 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pelafalan, observasi, serta catatan lapangan, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian mengindikasikan adanya kenaikan yang stabil dari tahap pra-siklus hingga siklus III. Rata-rata skor meningkat dari 54,2 pada pra-siklus menjadi 64,3 di siklus I, 72,7 di siklus II, dan akhirnya mencapai 83,1 di siklus III. Peningkatan tampak pada ketepatan vokal dan konsonan, akurasi penekanan kata dan intonasi, kelancaran artikulasi, serta kepercayaan diri siswa saat berbicara. Teknik shadowing terbukti membantu siswa mengenali pola bunyi bahasa Inggris secara lebih akurat melalui paparan audio berulang dan latihan menirukan secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa shadowing merupakan teknik yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan kemampuan pelafalan siswa SMP, serta dapat diintegrasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam pengajaran berbicara.
Copyrights © 2025