Masih banyak penggunaan pengawet berbahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan di Indonesia, sehingga penting untuk mencari alternatif lain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai pengawet tradisional. Kelurahan Kejawan Putih Tambak Kota Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan ide inovatif berupa pengawetan alami dengan memanfaatkan daun mangrove (Rhizophora sp). Dalam kegiatan ini penulis melalui beberapa tahap. Pertama, penulis mengumpulkan referensi untuk mengetahui inovasi apa yang dapat dilakukan di wilayah RT 05. Kedua, penulis melakukan survei ke lokasi tumbuhnya mangrove dan mengumpulkan daun mangrove yang akan digunakan menjadi pengawet ikan. Ketiga, penulis menetapkan sasaran peserta yang merupakan ibu rumah tangga. Keempat, penulis melakukan sosialisasi inovasi di gazebo RT 05 RW 02 Kejawan Putih Tambak. Pada tahap terakhir, dilakukan praktik pembuatan pengawet dari daun mangrove. Peserta sangat interaktif, ditandakan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Dilihat dari antusias peserta sosialisasi, penulis rasa pengembangan pengawet alami yang aman, efektif, dan ramah lingkungan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar karena banyak yang menyatakan keinginan untuk mengembangkan inovasi ini sebagai usaha bersama masyarakat. Sehingga tujuan untuk mengurangi penggunaan bahan pengawet kimia sintetis yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan sedikit banyak dapat tercapai dengan keberlanjutan inovasi yang dijalankan oleh masyarakat.
Copyrights © 2024