Kearifan lokal masyarakat Tolaki di wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang berkaitan dengan pengelolaan SDA. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali praktik tradisional yang berkelanjutan dalam pertanian, pengelolaan hutan, dan sumber daya air. Suku Tolaki menerapkan sistem pertanian tradisional seperti mondau (perladangan berpindah), dan Pengelolaan sumber daya air dilakukan dengan memanfaatkan teknik tradisional dalam aktivitas penangkapan maupun budidaya ikan yang ramah lingkungan. Praktik-praktik ini menunjukkan relevansi tinggi dalam konteks lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan modernisasi dan globalisasi mengancam kelestarian praktik ini. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan menjadi krusial. Untuk memerangi ancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim serta degradasi lingkungan secara efektif, artikel ini menekankan perlunya mempertahankan kearifan lokal.
Copyrights © 2025