Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021 menjadi tragedi besar yang mengguncang masyarakat Indonesia. Insiden ini menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, dan kerusakan material yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kronologi kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta respons yang diberikan oleh masyarakat dan pihak berwenang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) untuk menggali persepsi dan pengalaman para korban serta saksi mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa ini menyebabkan setidaknya sepuluh orang terluka, sementara pelaku menjadi satu-satunya korban jiwa. Dampak psikologis yang dialami para korban dan saksi mata juga cukup besar, mengingat ketegangan yang muncul akibat aksi teror tersebut. Secara sosial, insiden ini meningkatkan rasa ketidakamanan di kalangan masyarakat, namun juga memunculkan solidaritas antar umat beragama. Pemerintah dan aparat keamanan merespons dengan memperketat pengamanan dan melakukan program deradikalisasi. Penelitian ini menyarankan agar upaya pencegahan terorisme terus digalakkan melalui peningkatan toleransi dan kerja sama antar lembaga serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Copyrights © 2025