Perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan merupakan momentum penting yang berpengaruh pada arah kebijakan fiskal dan persepsi publik terhadap legitimasi kebijakan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap kepemimpinan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, terutama dalam konteks kebijakan perpajakan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah survei nasional oleh Indonesia Survey Center (ISC) pada periode September–Oktober 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, didukung analisis literatur dan sumber sekunder terkait. Hasil survei simulatif menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan fiskal baru sebesar 44%, dengan dukungan yang cukup tinggi terhadap kebijakan penurunan PPN untuk mendorong konsumsi (55%), namun disertai kekhawatiran terhadap risiko menurunnya penerimaan negara (61%). Dalam perspektif ekonomi Islam, kebijakan fiskal harus didasari prinsip keadilan (al-‘adl), amanah (al-amānah), dan keseimbangan (al-tawāzun). Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan pajak yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencerminkan keadilan sosial dan moral publik. Penelitian ini berkontribusi pada literatur mengenai persepsi fiskal di era transisi kepemimpinan dan pentingnya nilai-nilai etika syariah dalam tata kelola pajak.
Copyrights © 2025