Al-Tustari menafsirkan konsep jiwa (nafs) dalam tradisi Islam dengan pendekatan esoterik, mengacu pada tiga kategori utama yaitu, an-Nafs al-Mutmainnah (jiwa yang tenang), an-Nafs al-Lawwamah (jiwa yang menyesali), dan an-Nafs al-Ammarah (jiwa yang mendorong pada keburukan). Pendekatan ini menggabungkan makna literal (zahir) dan batin dalam pemaknaan dan memahami ayat-ayat al-Qur`an. Hal ini, memberikan wawasan spiritual mendalam tentang dinamika jiwa manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan dunia. Fokus kajian ini terletak pada pentingnya penyucian jiwa (tazkiyah an-Nafs) melalui pengendalian nafsu dan peningkatan kesadaran spiritual sebagai inti ajaran al-Qur`an. Penafsiran isyari ini tidak hanya mengungkap makna tekstual, tetapi juga dimensi batin ayat-ayat yang bersesuaian dengan para pengamal tasawus. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan sufi (isyari) dalam pengembangan studi tafsir sekaligus sebagai panduan untuk meningkatkan kedekatan spiritual manusia dengan Tuhannya.
Copyrights © 2024