Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan produktifitas afiks pe- dan peng dalam berita lingkungan pada Banjarmasin Post dengan fokus pada pembentukan kata yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis korpus melalui pengumpulan, penyaringan, dan analisis teks berita pada periode Oktober–November, yang kemudian diidentifikasi untuk menemukan bentuk derivatif dengan afiks pe- dan peng-. Hasil analisis menunjukkan bahwa afiks peng- jauh lebih produktif dibandingkan pe- karena menghasilkan lebih banyak variasi tipe leksikal, terutama nomina hasil dan nomina agen yang muncul dalam istilah administratif dan teknis seperti pengelolaan, pengawasan, penanganan, dan pengendalian. Sebaliknya, afiks pe- ditemukan dalam jumlah terbatas dan umumnya muncul dalam bentuk-bentuk yang sudah mapan sehingga produktivitasnya lebih rendah dalam konteks wacana lingkungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa produktivitas afiks sangat dipengaruhi oleh konteks wacana, kebutuhan istilah, serta praktik kebahasaan media massa, sekaligus menegaskan pentingnya analisis korpus dalam memahami dinamika morfologi Bahasa Indonesia kontemporer.
Copyrights © 2025