Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang bahasa daerah yang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, tanya jawab, dokumentasi, dan interaksi dengan orang tua peneliti sebagai subjek penelitian. Peneliti juga menggunakan metode komparatif untuk membandingkan dua atau lebih bahasa yang berasal dari satu nenek moyang yang sama. Diperoleh sampel kosakata naun, indan, salibur, mariwang, dan rai intalu. Berdasarkan temuan penelitian awal, tidak terdapat sumber resmi yang menjelaskan secara pasti dari mana kosakata bahasa Banjar Wayau tersebut berasal. Penggunaan bahasa tersebut diyakini berkembang secara turun temurun dari nenek moyang yang kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya. Perbedaan dialek dalam bahasa Banjar Wayau menyebabkan adanya variasi fonologis atau perbedaan bunyi pada beberapa kosakata, namun tetap memiliki makna yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa bahasa Banjar merupakan sistem bahasa yang bersifat dinamis dan terbentuk melalui proses sosial budaya jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi untuk memperkaya kajian linguistik daerah dan membuka ruang bagi penelitian lebih lanjut mengenai perkembangan bahasa Banjar Wayau dari perspektif historis dan dialektologis.
Copyrights © 2025