Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kognitif tokoh Paul Atreides dalam memproses bahasa kekuasaan pada film Dune Part Two. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui peninjauan dialog, konteks sosial budaya, serta adegan yang merepresentasikan praktik bahasa kekuasaan dalam narasi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paul Atreides menggunakan beberapa strategi kognitif utama, antara lain perhatian selektif, prediksi, inferensi makna, regulasi emosi, dan pemrosesan konteks sosial. Strategi tersebut tidak hanya memengaruhi cara Paul memahami situasi dan merespons lawan bicara, tetapi juga membentuk konstruksi legitimasi kepemimpinannya dalam komunitas Fremen. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa kekuasaan dalam film tidak dapat dilepaskan dari proses mental yang menyertai produksi dan interpretasi bahasa. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa kajian psikolinguistik dapat diterapkan untuk memahami dinamika kepemimpinan fiksi dan bagaimana bahasa bekerja sebagai instrumen dominasi, legitimasi, dan pembentukan identitas dalam karya audiovisual.
Copyrights © 2025