Fenomena campur kode menjadi bagian dari dinamika kebahasaan dalam interaksi mahasiswa di lingkungan multikultural seperti Banjarmasin. Mahasiswa bersuku Batak sering memadukan Bahasa Indonesia dengan bahasa daerah mereka sebagai bentuk ekspresi identitas dan adaptasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola campur kode yang muncul serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran campur kode dalam mempertahankan identitas etnis sekaligus mendukung komunikasi lintas budaya.
Copyrights © 2025