Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menafsirkan lirik lagu Tarot karya .Feast serta faktor-faktor yang memengaruhi proses konstruksi maknanya. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain Explanatory Sequential, diawali pengumpulan data kuantitatif melalui skala Likert kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif berupa jawaban terbuka. Sebanyak 16 responden berpartisipasi melalui instrumen Google Form. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden tidak menempatkan tema asmara sebagai makna utama dalam lirik Tarot. Sebaliknya, unsur takdir/ramalan, refleksi diri, serta pesan kebebasan memilih hidup menjadi makna yang paling dominan ditangkap. Responden juga menilai lirik bersifat puitis dan cenderung ambigu, sehingga memungkinkan banyak interpretasi. Keterhubungan emosional dengan lirik tidak muncul secara kuat, dan sebagian besar responden menafsirkan lagu melalui pendekatan tekstual daripada pengalaman pribadi. Temuan dari data kualitatif memperlihatkan bahwa interpretasi dapat dipengaruhi oleh refleksi diri, pengalaman emosional, maupun paparan media sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik Tarot merupakan teks polisemi yang memunculkan keragaman makna, dan pemaknaan pendengar dibentuk oleh kombinasi simbol lirik, konteks sosial, serta kecenderungan interpretatif individu.
Copyrights © 2025