Penelitian ini mengkaji representasi kekerasan dalam cerpen terjemahan The Black Cat karya Edgar Allan Poe melalui analisis gaya bahasa. Kekerasan ditampilkan dalam bentuk psikologis, fisik, simbolik, dan atmosferik, yang memperlihatkan transformasi mental tokoh, degradasi moral, serta dampak emosional dari tindakannya. Analisis menunjukkan bahwa pilihan diksi, struktur naratif, sudut pandang orang pertama, dan strategi terjemahan berperan penting dalam membangun pengalaman membaca yang intens dan menegangkan. Hasil penelitian menegaskan bahwa kekerasan dalam sastra tidak hanya muncul sebagai tindakan fisik, tetapi juga sebagai konstruksi kebahasaan yang memengaruhi persepsi dan pengalaman emosional pembaca.
Copyrights © 2025