Koreografi Tari Toaleang Marusu diciptakan berdasarkan penemuan arkeologis di Leang-Leang, Maros, yang menunjukkan adanya peradaban manusia prasejarah Toalean. Perekaciptaan koreografi tari ini bertujuan untuk memberikan pembacaan baru pada tinggalan-tinggalan artefak yang ditemukan. Hal ini untuk menghasilkan transformasi dan reinterpretasi gagasan visual serta artistika dalam wujud Tari Toaleang Marusu. Riset dilakukan dengan metode kualitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas General model of the creative process oleh Zeng yaitu analisis, penggagasan ide, evaluasi, dan implementasi. Pendekatan pengkomposisian tari dari Minton yang terdiri lima tahapan yaitu, inspirasi, responsif, inkubasi, evaluasi, dan visualisasi. Pengejawantahan praksis ini, dimulai dari pra-imajinasi, imajinasi abstrak, dan kemudian menghasilkan imajinasi konkret. Penjajakan budaya manusia prasejarah Toalean menjadi refleksi alih wahana yang tertuang pada sebuah repertoar Tari Toaleang Marusu sebagai imaji konkret. Hasil transformasi seni ini berdampak pula pada keberlanjutan proses kreatif, menghadirkan produk seni lainnya, dan yang utama adalah menjaga kelestarian dan eksistensi ekologi situs-situs prasejarah leang-leang Maros Sulawesi Selatan.
Copyrights © 2025