Indonesia sering mengalami bencana alam yang merusak infrastruktur, termasuk hunian. Korban bencana memerlukan hunian sementara yang aman dan nyaman, di mana hunian modular menjadi solusi karena fleksibel, cepat dipasang, dan dapat dioptimalkan menjadi semi permanen. Pemilihan material untuk hunian modular harus ringan, mudah didapat, dan tahan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penggunaan material yang optimal untuk hunian modular sementara dengan menggunakan metode statistik ciri orde pertama. Data diperoleh dari 91 responden melalui pengamatan terhadap proyek hunian modular. Data tersebut dianalisis secara statistik untuk mengevaluasi rata-rata, simpangan baku, serta mengidentifikasi potensi anomali dalam penggunaan material pada struktur tiang penyangga, dinding, dan pondasi. Analisis material pada hunian modular sementara menunjukkan variasi signifikan. Material TP_BR pada tiang penyangga digunakan lebih dominan (rata-rata 2.83) dibandingkan TP_P (1.87), yang bisa menjadi anomali jika perbedaan melebihi deviasi standar. Pada dinding, AD_GG digunakan lebih sering (2.8) dibandingkan AD_PE (2.24) dan AD_S (2.45), yang juga bisa dianggap anomali jika tidak konsisten. Pada pondasi, SP_BT memiliki rata-rata 2.55, lebih tinggi dari SP_A (2.22), yang mungkin mencerminkan anomali
Copyrights © 2025