Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan terhadap pembentukan karakter anak, ditandai dengan menurunnya empati, gotong-royong, serta meningkatnya perilaku individualistis. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai karakter pada anak melalui keterlibatan mereka dalam Tari Jejumputan, sebuah tari sakral dari Desa Pedawa yang dibawakan dalam rangkaian upacara Saba Nguja Benih. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali peran elemen-elemen tari mulai dari ritual, gerak, iringan, kostum, hingga aturan pementasan sebagai media internalisasi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, empati, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pengalaman estetis, sosial, dan spiritual dalam Tari Jejumputan, anak tidak hanya mempelajari teknik gerak, tetapi juga menghayati nilai-nilai luhur yang membentuk karakter mereka secara holistik. Keterlibatan aktif dalam proses latihan dan pementasan menjadikan tari ini sebagai sarana efektif untuk memperkuat identitas budaya dan membangun karakter anak di tengah tantangan era digital.
Copyrights © 2025