Studi ini menganalisis dampak kebijakan efisiensi anggaran dalam mendorong konsep "Spending Better" di Provinsi Lampung, yang menuntut pergeseran menuju Value for Money (VfM) di tengah keterbatasan fiskal. Menggunakan desain mixed-methods dan analisis komparatif APBD 2024–2025, didukung metode Data Envelopment Analysis (DEA), temuan menunjukkan Efisiensi Alokasi positif. Hal ini tercermin dari realokasi dana: pengurangan belanja operasional dan peningkatan drastis realisasi Belanja Modal (14,26% ke 38,54%). Namun, pencapaian VfM terhambat oleh tantangan Kapasitas Pelaksanaan Teknis dan risiko penurunan kualitas proyek. Kesimpulan: Spending Better memerlukan transformasi paradigma dari sekadar penyerapan anggaran menjadi upaya menghasilkan dampak pembangunan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2025