Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan historical thinking dan rasa cinta budaya bagi siswa jenjang sekolah menengah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti memperoleh data berdasarkan hasil wawancara dan didukung dengan artikel ilmiah yang relevan. Wawancara dilakukan dengan 3 guru mata pelajaran Sejarah dan 2 guru mata pelajaran Bahasa Jawa di beberapa daerah. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dengan tahapan 1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outing class mampu meningkatkan historical thinking dan rasa cinta budaya siswa di sekolah. Outing class mendorong siswa lebih antusias dan bersemangat untuk mengikuti pelajaran Sejarah dan Bahasa Jawa. Siswa diajak untuk melakukan pembelajaran di alam terbuka dan situs-situs bersejarah seperti museum, keraton, pasar, serta stasiun televisi sehingga jiwa kritis siswa akan terbangun secara natural. Kegiatan ini mendukung siswa untuk belajar berbasis pengalaman. Upaya untuk memahami situs-situs bersejarah dapat dilatih dengan berpikir historis. Pengalaman tersebut juga mengilhami munculnya rasa cinta terhadap budaya dengan menyaksikan secara langsung keberagaman budaya yang ada di lingkungan sekitar. Outing class menjadi mediator yang relevan untuk meningkatkan kemampuan historical thinking dan cinta budaya.
Copyrights © 2025