Pembelajaran proaktif memainkan peran penting dalam membantu siswa berhasil dalam matematika dan menjadi pembelajar yang lebih mandiri. Tinjauan ini mengkaji proaktivitas pembelajaran matematika sebagai penentu utama keberhasilan siswa, dengan menekankan peran saling terkait dari motivasi, pembelajaran yang diatur sendiri (SRL), dan keterlibatan akademis. Melalui tinjauan pustaka kualitatif dari artikel yang ditinjau sejawat dari tahun 2015 hingga 2025, sintesis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama dan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, efikasi diri matematika, dan sikap positif mendorong ketekunan dan keterlibatan yang lebih dalam. Dimensi SRL—termasuk penetapan tujuan, strategi pembelajaran, refleksi, pemanfaatan sumber daya, dan manajemen waktu—memungkinkan pelajar untuk mengambil inisiatif dan beradaptasi dengan tantangan. Keterlibatan akademis, yang mencakup komponen perilaku, kognitif, dan afektif, menerjemahkan proses internal ini menjadi tindakan pembelajaran yang berkelanjutan. Bukti menunjukkan bahwa pembelajaran proaktif bukanlah bawaan tetapi dapat dipupuk melalui lingkungan yang mendukung dan meningkatkan otonomi. Tinjauan ini menawarkan implikasi praktis bagi para pendidik dan perancang kurikulum yang berupaya menumbuhkan otonomi, ketahanan, dan pencapaian jangka panjang siswa dalam matematika melalui dukungan yang disengaja terhadap perilaku belajar proaktif.
Copyrights © 2025