Peningkatan kasus intoleransi di sekolah dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam bentuk perundungan berbasis identitas, eksklusi sosial, maupun ujaran kebencian antar-siswa, menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan keberagaman di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan multikultural sebagai strategi preventif untuk mencegah intoleransi di sekolah melalui penelaahan sistematis berbagai temuan empiris terkini. Menggunakan metode studi literatur terhadap artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan 2020–2025, penelitian ini mengidentifikasi pola-pola keberhasilan, kelemahan, serta kondisi yang memungkinkan pendidikan multikultural berfungsi secara optimal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat empati antarsiswa, mengurangi prasangka, serta membangun kesadaran kritis mengenai keragaman melalui pendekatan kurikulum inklusif, pelatihan guru, dan praktik pembelajaran dialogis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi ini efektif diterapkan apabila didukung kebijakan sekolah yang konsisten, kompetensi guru dalam mengelola keberagaman, dan partisipasi aktif siswa. Implikasi penelitian merekomendasikan penguatan materi multikultural dalam kurikulum, pelatihan guru berbasis sensitivitas budaya, serta integrasi nilai inklusivitas dalam kegiatan sekolah.
Copyrights © 2026