Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya potensi konflik sosial, intoleransi, dan melemahnya kohesi sosial yang secara empiris terlihat pada dinamika keberagaman masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan model pendidikan yang mampu memperkuat ketahanan nasional dan integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural dapat berfungsi sebagai fondasi strategis bagi pembangunan karakter toleran serta penguatan persatuan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan yang menelaah sumber primer dan sekunder mutakhir terkait konsep multikulturalisme, ketahanan nasional, dan integrasi bangsa, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu meningkatkan sensitivitas budaya, empati sosial, dan kompetensi kewargaan melalui internalisasi nilai saling menghargai dan resolusi konflik. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi bangsa dapat diperkuat ketika praktik pendidikan multikultural diterapkan secara konsisten pada kurikulum, pedagogi, dan kultur sekolah. Kesimpulannya, pendidikan multikultural bukan hanya solusi normatif, tetapi juga strategis dalam membangun ketahanan nasional berbasis persatuan dalam keberagaman; implikasinya menuntut adanya kebijakan pendidikan berorientasi inklusi, transformasi kurikulum, dan pelatihan guru yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026