Penelitian literatur ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala eksklusivitas identitas di kalangan siswa yang secara empiris tampak melalui kecenderungan mengelompok berdasarkan etnis, agama, atau latar budaya, sehingga berpotensi menghambat integrasi sosial di lingkungan sekolah. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural berkontribusi terhadap pembentukan identitas sosial siswa melalui penelaahan teori, temuan empiris, dan kajian kasus yang relevan. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber-sumber terkini, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat identitas sosial inklusif melalui internalisasi nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta pengalaman belajar kolaboratif yang meminimalkan prasangka. Analisis juga menunjukkan bahwa penerapan kurikulum multikultural berdampak signifikan dalam membentuk persepsi diri siswa sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas, meskipun beberapa kajian menegaskan tantangan berupa resistensi kultural dan keterbatasan kompetensi guru. Kesimpulannya, pendidikan multikultural efektif sebagai strategi membangun identitas sosial yang lebih terbuka dan dialogis, dengan implikasi perlunya kebijakan sekolah yang konsisten, pelatihan guru berkelanjutan, dan penguatan pengalaman belajar lintas budaya untuk memaksimalkan dampaknya.
Copyrights © 2026